Tampilkan postingan dengan label Kejawen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kejawen. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2018

Edit

Puasa Islam dan Puasa Kejawen

Puasa Islam dan Puasa Kejawen

Bagi saya orang kejawen, puasa orang islam hanya seperti dagelan tanpa isi. Seperti tong kosong nyaring bunyinya. Tidak membawa manfaat apa-apa kecuali kelaparan di siang hari. Apalagi sekarang sebagian orang islam demikian sombong sehingga memaksa warung-warung makan tutup agar mereka tidak tergoda untuk makan. Katanya puasa islam itu untuk menahan hawa nafsu, lha kalau pemancing-pemancing hawa nafsu dihilangkan semua terus apa yang dipuasai? Tidak ada. Lantas hawa nafsu apa yang ditahan? Nafsu makan dan minum? Nafsu seks? Emangnya orang-orang islam ini hobinya main seks di sing hari ya?

Pada kenyatannya tidak ada manfaat puasa islam kecuali kelaparan. Saya tidak melihat orang-orang islam menjadi lebih arif, sabar, pemurah, dan penuh kasih sayang setelah puasa. Sebaliknya mereka tambah rakus, penuh kepalsuan dan egois. Setelah puasa mereka juga tidak memiliki kekuatan batin apapun yang biasanya dimiliki orang yang telah menjalani puasa tertentu. Jadi hasil puasa islam adalah NOL BESAR.

Kata puasa berasal dari ajaran Hindu yaitu UPAVASA yang artinya duduk dekat. Duduk dekat siapa? Duduk dekat Tuhan. Jadi orang yang sedang menjalani puasa sebenarnya berusaha agar bisa mencapai kedudukan yang dekat dengan Tuhan. Bila puasanya berhasil maka seseorang yang berpuasa akan mendapatkan apa yang menjadi sebabnya ybs berpuasa karena pada waktu berpuasa kedudukannya demikian dekat dengan Tuhan sehingga dengan perkenan Tuhan apapun yang diinginkan akan terkabul. Bahkan bila ybs berpuasa tanpa mengharapkan apapun, maka harapan-harapannya yang terpendam dan tak terkatakan akan dikabulkan.

Sekarang saya beritahu puasa yang dijalani orang jawa. Ada puasa mutih yaitu makan nasi putih dan minum air putih saja. Puasa ngulup, makan daun-daunan yang direbus saja, minumnya air putih. Puasa ngrowot, makan umbi-umbian yang direbus saja dan minumnya air putih. Dan puasa ngayep, puasa boleh makan apapun tapi tidak boleh mengandung garam (rasa asin dan gurih) sedang minumnya air putih. Selain itu juga tidak boleh berhubungan seks, mabuk, marah dsb apapun yang berupa hawa nafsu. Ketiga puasa di atas tenggang waktunya harus ganjil yaitu minimal 7 hari, 21 hari dan maksimal 41 hari. Lain dengan puasa islam, puasa kejawen dimulai dan diakhiri setelah matahari terbenam sebab perhitungan hari orang jawa mengikuti perhitungan hari alam halus. Puasa-puasa ini tidak boleh diulang-ulang dalam waktu dekat dan biasanya dilakukan 1 tahun sekali saja mengikuti hari kelahiran atau weton.

Yang terakhir puasa pati geni yaitu puasa tidak makan dan minum, tidak boleh kena sinar matahari dan tidak boleh tertidur selama 3 hari. Puasa ini bukanlah puasa sembarangan dan dilakukan secara sembarangan. Hanya karena keadaan-kedaan khusus saja yang menyangkut hidup dan mati baru boleh dijalankan. Bukan saja karena puasa ini sangat sulit dijalankan juga karena keampuhannya yang luar biasa.

Di luar puasa-puasa di atas, kalau anda mendengar atau diajari puasa-puasa kejawen jenis lain, misalnya puasa ngalong(tidur seperti kalong, kaki di atas kepala di bawah), puasa mendem (ditanam di dalam tanah) dsb itu bukan ajaran kejawen. Itu adalah ajaran penganut jaya kawijayan (orang jawa yang berusaha yang mencari kesaktian agar menjadi kebal senjata tajam atau tidak terlihat dsb.). Ajaran kejawen bukan untuk mendapatkan kesaktian tetapi agar bisa menyatu dengan Tuhan.

Puasa kejawen adalah puasa yang bertuah. Siapapun yang lulus menjalaninya akan mendapatkan sesuatu entah itu sifatnya duniawi atau spiritual.

Edit

Hanacaraka Bagian 1

Hanacaraka

Hanacaraka atau dikenal dengan nama caraka adalah abjad / alat tulis yang digunakan oleh suku Jawa (juga Madura, Sunda, Bali, Palembang, dan Sasak). Aksara Jawa bila diamati lebih lanjut memiliki sifat silabik (kesukukataan). Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili 2 buah huruf (aksara) dalam huruf latin. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "hari". Aksara Na yang mewakili dua huruf yakni N dan A, dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "nabi". Beberapa buah aksara itu bisa digabungkan secara langsung untuk membentuk sebuah kata.

Bila diucapkan, susunan aksara tersebut dapat membentuk kalimat: 

  • Hana Caraka (Terdapat Pengawal); 
  • Data Sawala (Berbeda Pendapat); 
  • Padha Jayanya (Sama kuat/hebatnya); 
  • Maga Bathanga (Keduanya mati).

Adapula tafsir berbeda yang diajarkan oleh Pakubuwono IX, Raja Kasunanan Surakarta. Tafsir tersebut adalah:

  • Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia (sebagai ciptaan).
  • Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan.
  • Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksdunya padha " sama " atau sesuai, jumbuh, cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu " menang, unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif.
  • Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.

Makna Huruf

  1. Ha Hana hurip wening suci - adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci
  2. Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara - pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
  3. Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi - arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
  4. Ra Rasaingsun handulusih - rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
  5. Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana - hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam
  6. Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan - menerima hidup apa adanya
  7. Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa - mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang hidup
  8. Sa Sifat ingsun handulu sifatullah - membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
  9. Wa Wujud hana tan kena kinira - ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas
  10. La Lir handaya paseban jati - mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
  11. Pa Papan kang tanpa kiblat - Hakekat Allah yang ada disegala arah
  12. Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane - Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
  13. Ja Jumbuhing kawula lan Gusti - Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya
  14. Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi - yakin atas titah/kodrat Illahi
  15. Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki - memahami kodrat kehidupan
  16. Ma Madep mantep manembah mring Ilahi - yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
  17. Ga Guru sejati sing muruki - belajar pada guru nurani
  18. Ba Bayu sejati kang andalani - menyelaraskan diri pada gerak alam
  19. Tha Tukul saka niat - sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan
  20. Nga Ngracut busananing manungso - melepaskan egoisme pribadi manusia.

Pasangan

Jika Carakan / aksara Jawa lebih bersifat silabis (kesukukataan), bagaimana Carakan bisa menuliskan huruf mati. Hal ini bisa dijawab dengan adanya pasangan. Pasangan memiliki fungsi untuk menghubungkan suku kata yang tertutup (diakhiri) konsonan dengan suku kata berikutnya.
Sebagai contoh kata "banda" yang bila dipisahkan menurut silabiknya adalah "ban" dan "da". Suku kata yang pertama suku kata ban. Untuk menuliskan ban ini pertama-tama adalah dengan menuliskan aksara Ba terlebih dahulu. Kemudian menuliskan aksara Na karena aksara Na mewakili dua buah huruf latin yakni N dan A sehingga kita tidak bisa langsung menuliskan aksara da. Untuk mematikan huruf Na, maka kita harus menuliskan bentuk pasangan da.

Bentuk pasangan disebutkan memiliki fungsi untuk menghubungkan suku kata yang tertutup konsonan dengan suku kata berikutnya. Artinya bahwa huruf yang diikuti pasangan akan dimatikan sehingga menjadi konsonan. Pada kasus di atas aksara Na diikuti pasangan Da yang berarti Na akan dibaca sebagai N.

Semua aksara pokok yang ada di Carakan memiliki pasangannya masing-masing. Bentuk pasangan ini ada yang dituliskan di bawah dan ada juga yang di atas sejajar dengan aksara.

Bentuk-bentuk pasangan itu adalah:


Selasa, 16 Oktober 2018

Edit

Petuah Romo Semar Ben ojo Gampang Nesu

https://infosugeng.blogspot.com/2018/10/petuah-romo-semar-ben-ojo-gampang-nesu.html

Petuah Romo Semar Ben ojo Gampang Nesu

Di hari libur Minggu Pahing, Punokawan berkunjung ke Karang Kedempel, rumah Ki lurah Semar, dan seperti biasa, terjadi dialog kecil kecilan :

Gareng: Romo... pernah dicaci maki seseorang?
Semar: Pernah
Petruk: Pernahkah dimusuhi seseorang, Mo?
Semar: Pernah
Bagong: Apa pernah dibenci seseorang, Mo?
Semar: Pernah
Gareng: Sampean juga pernah dihujat seseorang, Mo?
Semar: Pernah

Petruk: Apakah semua itu dilakukan secara terang-terangan, Mo?
Semar: Ada yg dilakukan secara terang-terangan, ada juga yg hanya dilakukan secara diam-diam dari belakang.
Bagong: Lantas apa yg Romo lakukan terhadap orang-orang itu?
Semar: Anak-anakku cah bagus, podo di rungokno yo... Aku tidak balik mencaci maki dia, aku pun tidak merasa harus memusuhinya, tidak pula akan membencinya dan aku juga tidak berpikir akan membalas hujatannya.
Gareng: Kenapa bisa gitu, Mo?
Semar: Itu karena pikiran serta hatiku tdk terfokus pada siapa yg mencaci maki, siapa yg memusuhi, Siapa yg membenci, dan siapa yg menghujat. Pikiran dan hatiku hanya terfokus pada siapa yg menggerakkan lidah mereka, sehingga mencaci maki aku. Siapa yg menggerakkan jiwa mereka sehingga memusuhi aku? Siapa yg menggerakkan hati mereka sehingga membenci aku? dan siapa yg menggerakkan pikiran mereka sehingga membuat mulutnya menghujat aku?
Petruk: Siapa, Mo?
Semar:
Dia adalah GUSTI yang Maha menggenggam Ruh dan Jasad setiap makhluk-NYA.
DIA-lah sebagai Maha yang berkuasa atas segala sesuatu yang sudah, belum, sedang, dan yang akan terjadi.
Ya hanya DIA-lah satu-satu-NYA yang memberi kemampuan dan kekuatan pada orang-orang itu, sehingga lidahnya bisa mencaci maki, jiwanya bisa memusuhi, pikirannya bisa membenci dan bibirnya bisa menghujat diri ini.
Tanpa-NYA tentu mustahil bisa terjadi. Sehingga aku beranggapan, sebenarnya cacian, kebencian, permusuhan dan hujatan itu sengaja dihadirkan GUSTI, agar jiwaku menjadi kuat melewati rintangan dan hatiku menghebat, tatkala menghadapi ujian.
Jadi adalah salah besar, jika aku menyalahkan orang-orang itu, apalagi membalasnya oh... Bagiku itu tidak perlu. Bahkan aku memiliki keyakinan, bahwa segala sesuatu yang terjadi pada kehidupan ini tidak mungkin terjadi secara tiba-tiba. Semua sudah diatur sedemikian rupa oleh DIA, maka apapun kenyataan yg aku terima kemarin, hari ini atau suatu hari nanti, tidak ada kata sia-sia, bahkan dibalik semua itu, pasti ada hikmah terbaik yg bisa merubah kehidupanku agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena aku tahu, sesungguhnya GUSTI itu MAHA BAIK, maka sangat mustahil DIA berbuat jahat.

Anak-anakku semuanya...

Jangan takut dihina dan jangan senang dipuji. Tidak penting dianggap baik, tetapi yang penting teruslah belajar jadi orang yg bertanggung jawab


Akhirnya semua tertawa....Gareng, Petruk, Bagong...matur nuwun romo Semar..
Edit

Istilah Islam Kejawen

https://infosugeng.blogspot.com/2018/10/istilah-islam-kejawen.html

Istilah Islam Kejawen

Syariat

Mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala larangan-NYA.

Tarekat

Jalan spritual (kebatinan) menuju kepada-NYA.

Hakikat

Mengetahui arti makna sesuatu pada kehidupan TAPI hamba itu diam pada orang awamKARENA itulah ikatan janjinya kepada ALLAH SWT.

Ma’rifat

Mengetahui pengenalan dirinya kepada ALLAH SWT seperti yang  dikatakan para Ahli Sufi Waliyullah “Man Arafa Nafsahu Fakade Arafa Rabbahu” Barang siapa mengenal dirinya, niscaya pasti mengenali Tuhan-Nya,  jadi maknanya kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenali ALLAH setelah engkau Mengenali-Nya maka bersatulah wujud hakikimu BERSAMANYA. “Subhanallah Wabihamdihi”.

Musyahadah

Penyaksian fenomena kegaiban NUR ALLAH SWT Di langit dan di bumi, ia menyaksikan-NYA bersama para wali-wali ALLAH, nabi-nabi ALLAH dan khususnya Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW

Mukasyaf

Terbukanya Hijab Tabir rahasia-rahasia Allah seluruhnya dilangit dan di bumi, para mukasyaf saat ini hanya terdiri dari 111 orang saja di seluruh  dunia. Setiap ada yang wafat ada juga yang menggantikan Wali tersebut. Jadi  berbahagialah hamba yang telah menemukannya dan menemuinya karena mereka biasanya tidak terkenal dan tidak diketahui. Tidak sama dengan ustad-ustad “kondang” yang terkenal.

Mahabbah

Kecintaan kepada ALLAH SWT dengan penglihatan pada setiap gerakan nafas dan hidupnya ada kasih sayang-NYA Yang Maha Pemberi dan Maha Pemurah. Tingkatan ini hanya ALLAH SWT saja yang tahu tentang kedudukan hambanya, karena Maqom Kecintaan sendiri itu ada pada ke Ikhlasan, Kesabaran, Istiqomah, Tawakkal, Keyakinan, dan Ketakwaan. Tetapi ketahuilah saudara Wali-NYA saat ini yang mencapai tingkatan MAHABBAH cuma berjumlah 11(sebelas) orang saja Di dunia ini dan setiap ada yg kembali kehadirat-NYA akan ada yg menggantikannya (sama para Mukasyaf), maka sangat Berbahagialah di dunia dan Akherat orang-orang yang telah menjumpainya.

Senin, 15 Oktober 2018

Edit

Keunikan Angka Dalam Bahasa Jawa

https://infosugeng.blogspot.com/2018/10/keunikan-angka-dalam-bahasa-jawa.html

Keunikan Angka Dalam Bahasa Jawa

Selawe - Seket - Sewidak

Dalam bahasa Indonesia urutan bilangan diucapkan :
Dua Puluh Satu, Dua Puluh Dua,...s/d Dua Puluh Sembilan.
Dalam bahasa Jawa tidak diberi nama: Rongpuluh Siji, Rongpuluh Loro, dst;
Melainkan
“Selikur, Rolikur, Telulikur, Papatlikur, Selawe, Enemlikur, Pitulikur, Wolulikur, Songo Likur.”
Di sini terdapat satuan LIKUR, yang merupakan kependekan dari LIngguh KURsi, artinya duduk di kursi.

Keterangan:Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “ TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya; apakah sebagai pegawai, pedagang, seniman, penulis dan lain sebagainya.
Namun ada penyimpangan di atas penyimpangan tadi.

Selawe

Bilangan 25 tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE yang merupakan kependekan dari SEneng-senenge LAnang lan WEdok.
Keterangan:Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan. Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).
Bilangan selanjutnya sesuai dengan pola :
Telung Puluh, Telung Puluh Siji, Telung Puluh Loro, dst.

Seket

Tapi ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50. Setelah Sepuluh, Rongpuluh, Telung Puluh, Patang puluh, mestinya Limang Puluh.
Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET yang merupakan kependekan dari SEneng KEthunan:
Keterangan:suka memakai kethu/tutup kepala topi/kopiah). Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa utk menutup botak atau rambut yg memutih. Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang beribadah. Pada usia 50 mestinya seseorang lebih memperhatikan ibadahnya.
Setelah sejak umur likuran bekerja keras mencari kekayaan untuk kehidupan dunia, sekitar 25 tahun kemudian, yaitu pada usia 50 perbanyaklah ibadah, untuk bekal memasuki kehidupan akhirat.

Sewidak

Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK yang merupakan kependekan dari SEjatine WIs wayahe tinDAK.

Keterangan:Sesungguhnya sudah siap-siap untuk pergi. Tinggal menunggu waktu saja.


Wassalam...
Edit

Falsafah Ngopi

https://infosugeng.blogspot.com/2018/10/falsafah-ngopi.html

Falsafah Ngopi

Kuat dilakoni, gak kuat ditinggal NGOPI. Soale menungso kuwi sejatine mung kurang siji... Yoiku: NGOPI

Makna yang terkandung didalamnya.

  • NGOPI iku tegese (Ngolah Pikiran), mulo kopi iku rasane PAIT. Nanging sak pait-paite kopi.. isih iso digawe LEGI.
  • LEGI (Legowo ning ati) / Berlapang Dada Hatinya, carane kudu ditambahi GULO.
  • GULO (Gulangane Roso) / Mengelola Perasaan Baik, sing asale soko TEBU.
  • TEBU (Anteb Ning Kalbu) / Mantab Hatinya, banjur diwadahi CANGKIR.
  • CANGKIR (Nyancangne PiKIR) / Menguatkan Pikiran, trus disiram WEDANG.
  • WEDANG (Wejangan Sing Marahi Padang) / Nasehat Yang Menentramkan Hati, ojo lali di-UDHEG.
  • UDHEG (Usahane Ojo Nganti Mandeg) / Usaha Jangan Sampai Berhenti, anggone ngudheg nganggo SENDOK.
  • SENDOK (Sendhekno Marang Sing Nduwe Kautaman) / Pasrahkan Pada Yang Maha Kuasa, dienteni sithik ben rodo ADEM.
  • ADEM (Ati digowo Lerem) / Hati Jadi Tenang, njut bar kui lagi di-SERUPUT.
  • SERUPUT (Sedoyo Rubedo Bakal Luput) / Semua Godaan akan Terhindar.

Meniko Falsafahipun "NGOPI" Sumonggo... Ngopiii ....

Sadulur Kabeh, mugi ing dinten niki tansah, pinaringan sehat soho berkah saking Gusti Allah....

Aamiin...

Jumat, 12 Oktober 2018

Edit

Pitutur Wong Jowo Kuno

https://infosugeng.blogspot.com/2018/10/pitutur-wong-jowo-kuno.html

Pitutur Wong Jowo Kuno

  • Wong Nrimo, Uripe Dowo
  • Wong Sabar, Rejekine Jembar
  • Wong Ngalah, Uripe bakal Berkah
  • Sopo sing Jujur, uripe Makmur
  • Sopo sing Suloyo, uripe Sengsoro
  • Sopo sing Sombong, amale bakal Kobong
  • Sopo sing Telaten, bakal Panen
  • Ojo podo Nggresulo, mundak gelis Tuwo
  • Sing wis Lungo, Lalekno
  • Sing durung Teko, Entenono
  • Sing wis Ono, Syukurono
  • Iki pituture wong tuwo, ojo nganti lali, eling-elingono lan lakonono..
-----------------------------------------------------------------------------------------

SEHAT KUWI YEN:

  • Awake waras,
  • Nduwe beras,
  • Utange lunas,
  • Mangan enak,
  • Turu kepenak,
  • Ngibadah jenak,
  • Tonggo semanak,
  • Keluarga cedhak,
  • Bondo cemepak,
  • Suwargo mbukak,
  • Sedulur grapyak,
  • Ono panganan ora Cluthak,
  • Ketemu konco grapyak,
  • Ora seneng nggetak-nggetak,
  • Gaweane ora mung macak,
  • Opo maneh mung mencak-mencak,
  • Karo konco yo semanak,
  • Omongane ora tau sengak,
  • Di rungokke yo kepenak .
-----------------------------------------------------------------------------------------
  • Urip ing donyo
  • Minangkane mampir ngombe
  • Kudu nrimo, kudu sabar
  • Kudu momong karo awake dhewe ugo wong liyo
  • Syukur karo sing kuoso
  • Sifat Adigang, Adigung, Adiguno ora bakal menangke lakon
  • Ojo dumeh dadi wong biso
  • Ojo dumeh dadi wong sugih
  • Ojo dumeh dadi wong kanggo
  • Kui kabeh naming pacoban urip
  • Balung biso ajur, bondo biso enthek
  • Wong bagus ora saklawase, Wong ayu ora saksuene
  • Ora ono sing langgeng liyane Allah SWT
  • Sing jujur ojo ngapusi, sing pinter ojo keblinger
  • Nek koe kroso loro di jiwet, ojo njiwet wong liyo
  • Sing do eling ngger...leh mu dadi menungso
-----------------------------------------------------------------------------------------
  • Urip kuwi cumo mampir ngombe
  • Ojo dipekso yen ora biso
  • Kabeh kuwi wis ono sing ngatur
  • Di oyak soyo adoh
  • Di pikir soyo bingung
  • Digelani soyo rekoso
  • Wis kersane gusti allah mawon

-----------------------------------------------------------------------------------------
  • Ono awan,
  • Ono pangan,
  • Ono bengi,
  • Ono rejeki,
  • Gelem obah bakal mamah,
  • Gelem temandang bakal kesandang,
  • Gelem sedekah bakal berkah,
  • Gelem tetulung ora kepentung.
  • Ojo kuatir ora keduman,
  • Selagi isih gelem temandang.
  • Rejeki bakal mili,
  • Jodho wis ono sik ngeteri,
  • Mati wis ono jek nakdiri,
  • Intine garik le do nglakoni.


-----------------------------------------------------------------------------------------
  • Urip iku sakdermo,
  • Yen ora biso yo ojo di pekso,
  • Di oyak sansoyo adoh,
  • Di gelani ora bali,
  • Dipikir dadi kentir,
  • Kabeh iku wis ono sing ngatur,
  • Nerimo ing pandum.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Ojo mung eling butuhe urip, nganti lali gunane urip
Akehno anggonmu syukur nikmat, ben lali carane sambat

Kamis, 11 Oktober 2018

Edit

Filosofi Jawa Para Leluhur

https://infosugeng.blogspot.com/2018/10/filosofi-jawa-para-leluhur.html 

Filosofi Jawa Para Leluhur

Di jaman -millineal- saat ini yang peradaban lebih condong dunia barat menjadikan pergeseran peradaban budaya. Budaya jawa di anggap kuno dan klenik. Anak-anak jaman now lebih kenal bintang film korea daripada sejarah kakek nenek moyangnya yang disangka dongeng belaka. Atribut jawa dianggap jadul dan memalukan.

Pencapaian masa depan kita berbanding lurus dengan seberapa jauh kita menarik busur ke sejarah masa silam. Apalagi di jaman yang di katakan sudah serba teknologi canggih atau jamam maju. Tapi di sisi lain hampir bisa di pastikan terjadi kemunduran nilai-nilai akhlaq dan kemrosotan martabat diri. Hilang mental ksatrian yang tersisa jiwa mental ringkih. Sedikit-dikit galau, stres dan gamon -Gagal move on-.

‎Ada baiknya kita merenung dan mundur selangkah demi pencapaian kedepan lebih baik. Diharapkan di era jaman now kita tidak hancur tergerus arus badai globalisasi yang lupa sejarah jaman old. Berikut 12 filosofi jawa dari leluhur kita yang syarat makna dan nilai-nilai spritual yang mendalam :

Urip iku Urup

Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, Semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik."

Memayu Hayuning Bawono, Ambrasto dur Hangkoro

Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, Kebahagiaan dan kesejahteraan, serta memberantas sifat angkara murka, Serakah dan tamak.

Suro Diro Joyo Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti

Segala sifat keras hati, Picik, Angkara murka, Hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar.

Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpa Bondho

Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan, Berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan, Kaya tanpa di dasari kebendaan.

Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan

Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu.

Ojo Gumunan, Ojo Getunan, ojo Kagetan, ojo Aleman

Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut-kejut, Jangan mudah kolokan atau manja.

Ojo Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman

Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, Kebendaan dan kepuasan duniawi.

Ojo Kuminter Mundak Keblinger, ojo Cidra Mundak Cilaka

Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.
Ojo Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo

Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, Cantik, Indah. Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat.

Ojo Adigang, Adigung, Adiguno

Jangan sok kuasa, Sok besar, Sok sakti.

Alang Alang Dudu Aling Aling , Margining Kautaman.

Persoalan persoalan dlm kehidupan bukan penghambat, jalannya kesempurnaan.

Sopo Weruh Ing Panuju Sasat Sugih Pager Wesi.
Dalam kehidupan siapa yg punya Cita-cita luhur, jalannya seakan Tertuntun



Semoga ini bisa menjadi benih-benih kehidupan kidz jaman now dan berlanjut hingga generasi anak cucu kita
Edit

Belajar Ikhlas dengan Mas Samin

https://infosugeng.blogspot.com/2018/10/belajar-ikhlas-dengan-mas-samin.html

Cuplis : kang, sampeyan ngasih duit ke si A ?
Samin : Iya
Cuplis : sampeyan diapusi, dia itu kaya
Samin : ngapusi aku? iku dudu urusanku. Kui urusane dekne karo Gustine
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Cuplis : Lho sendalmu endi, kang ? Kok cekeran ?
Samin : ilang
Cuplis : ora mbok golek'i sopo sing nyolong ?
Samin : ora, ah? mbiyen lahir yo ora sandalan
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Cuplis : kang, sampeyan dirasani karo si kae
Samin : ben wae
Cuplis : sampeyan ora nesu
Samin : Lha saiki kowe yo ngrasani si kae, si kae yo ra nesu
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Cuplis : kang, pitikmu dipangan asune si kae
Samin : wes ben
Cuplis : kok sampeyan biasa wae ? Ora njaluk ganti ?
Samin : walah... aku malah kaget nek pitikku sing mangan asune si kae
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Cuplis : kang, tanduranmu rusak dipangan weduse pak kae
Samin : ben. Untung doyane tanduran. Yen weduse doyan papan , malah omahku sing dipangan
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Cuplis : kang, kowe ki ket mau mlaku ngalor ngidul ora jelas?
Samin : Lha yo kui. Nek jelas , mesthi aku mlakune ngalor thok opo ngidul thok
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Cuplis : kang, klambi sing mbok jemur dicolong uwong
Samin : ben. Wong salahku dewe, aku njemur klambi tak pamer-pamerke ning njobo
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Cuplis : kang, kok mlaku? Sapi sing biasa mbok tumpaki endi?
Samin : ilang...hehehe
Cuplis : kok malah ngguya ngguyu?
Samin : lha untunge dicolong pas ora tak tumpaki
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Cuplis : kang, bayarane kae luweh gede timbang kowe, lho
Samin : Ben
Cuplis : kan ora adil
Samin : adil ora kudu podo. Kowe tak pakani katul podo karo pitik yo emoh tho
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=
Cuplis : kang, pelem-mu dicolong si kae
Samin : Ben
Cuplis : kok ben ?
Samin : lha kowe kok iyik tho? Biasane dicolong codot wae aku yo meneng wae
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Cuplis : kang, jare wingi omahmu kelebon maling?
Samin : Iyo
Cuplis : kok iyo ? Brarti sampeyan ngerti ?
Samin : ngerti. Tp aku mumet mergo isin ra duwe barang sing iso dimaling..
=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-
Semoga menginspirasi ....

Sumber: facebook.com